Sebenernya keikutertaanku di ISFiT ini terdorong dari kakak kedua ku yang sekarang mengambil sekolah Master di NTNU Trondheim,Norway. Dia yang beritahu aku tentang ISFiT ini. Dia menggebu-gebu banget nyuruh aku ikutan ISFiT,karena kalo aku bisa keterima di ISFiT aku bisa ngunjungi dia dan pastinya titipan-titipan yang dia minta dari Indonesia bakalan terwujud. Jadi di samping menambah pengetahuan,mengasah bahasa Inggrisku di ISFiT, aku sekaligus membawa misi untuk kakak keduaku ini.
Dari info pendaftaran ISFiT itu, aku mencoba saja membuat essay untuk mendaftar ISFiT walaupun deadline pada saat itu hanya tinggal 5 hari. Panik bukan main, ya!
Saat itu aku memilih 3 workshop diantara 17 workshop yang ada. Piliihan pertama, workshop nomer 14. Health and Wealth karena sesuai dengan kuliahku sekarang di kedokteran UNAIR surabaya. Pilihan kedua, workshop Human Dignity, dengan latar belakangku yang pernah ikut organisasi SCORP(human rights) CIMSA. Pilihan ketiga natural resources karena aku berpikir akan ada saat dimana negara di dunia ini akan kekurangan sumber tersebut akibat dari pemakaian yang berlebihan.
Dan setelah satu bulan menunggu dalam penantian, pagi-pagi bangun tidur jam 4 pagi saat subuh, aku membuka hape dan melihat ada email dari ISFiT. daaaan yaap! aku diterima, alhamdulillah wa syukurilah. *nyanyi lagu hadad alwi sm amanda*
Setelah bolak balik baca email dari ISFiT dan ngeprint semua halaman dari email itu, aku langsung ngabari kakak kedua ku yang di Norway itu. Untung aja dia masi bangun dan dia ikutan seneng. Setelah itu aku baru beritau orang tua ku yang baru pulang subuhan dari masjid. Dan mereka juga ikut seneng, karena aku bisa ngunjungi kakak keduaku itu. Dan ga lupa juga aku ngabari kakak pertamaku yang di jakarta, pas nelpon itu, dia nanya "kamu dapet akomodasi ke sana nya gratis ato diganti ga?" pas ditanyain itu, aku langsung terdiam. waduu aku ko lupa ga baca detail email dari ISFiT, travel support ku di tanggung apa engga. akhirnya aku buru-buru baca email ISFiT lagi, dan ternyata permohonan travel support ku ga dikabulin. Yang dicover sama ISFiT adalah akomodasi ku selama di Trondheim,Norway. Kalo untuk pesawat, harus cari sponsor sendiri. Saat setelah itu, aku jadi putus asa. jadi berangkat apa engga. For info, tiket ke Norway itu mahal, jadinya aku berpikir ulang. Tapi saat iu aku ga punya waktu banyak untuk berpikir, karena aku harus segera mengapply visa Norway yang ditelah dikasi deadline sama ISFiT hanya sebulan untuk menyiapkan segala dokumen-dokumen nya. Jadi, penting banget buat baca sedetail-detailnya deadline yang dikasi ISFiT, karena kalo sampe ketinggalan satu deadline aja, bakal dicoret dari daftar peserta.
Akhirnya setelah berunding dengan keluarga, aku memutuskan untuk tetep berangkat ISFiT karena kesempatan seperti ini ga bisa di tunda. Pengalaman dan networking itu penting. Acara ISFiT ini, juga menjadi acara liburanku sebelum memasuki wahana Rumah Sakit menjadi dokter muda/ko ass.
Mulai saat itu juga, aku cepet-cepet melengkapi dokumen untuk apply visa dan cari-cari tiket murah dibantuin sama kakak pertamaku.
Then, let's the journey begin!
2 comments:
mau tanya kak, tiket ke norway habis brp ?
Post a Comment